Banyak hal yang melatarbelakangi seseorang mengalami fisura ani. Mengenali berbagai penyebab fisura ani sangat penting untuk bersiap dalam mengantisipasi. Lebih dari itu, Anda bisa mencegahnya dengan menghindari faktor penyebab yang memang dapat dihindari atau paling tidak meminimalisasinya. Di bawah ini adalah beragam faktor penyebab yang perlu diketahui dan diwaspadai.

  1. Konstipasi Kronis
https://doktersehat.com/wp-content/uploads/2011/08/sembelit.jpg

Jika terjadi luka pada anus, tentu saja setiap aktivitas terasa tidak nyaman dilakukan. Duduk atau berbaring saja pasti rasanya mengganjal. Proses buang air besar juga pasti terganggu. Berkaitan dengan BAB, fisura ani ini ternyata salah satunya disebabkan karena mengalami konstipasi kronis.

Sembelit dalam kondisi yang tergolong parah bisa menyebabkan luka pada anus karena kontraksi otot yang hebat serta goresan kotoran yang keras. Kasus ini dapat dihindari dengan mengonsumsi makanan kaya serat dan mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh.

  • Diare Berkepanjangan

Selain karena sembelit, diare yang berkepanjangan juga menjadi penyebab fisura ani. Tidak hanya feses yang terlalu keras saja yang mampu melukai anus, namun kontraksi otot anus yang terus menerus akibat penekanan keluarnya kotoran karena diare juga bisa memicu luka di area anus.

Kondisi ini sangat mencemaskan karena bisa mengganggu kenyamanan proses BAB. Anda juga tidak bisa beraktivitas dengan nyaman jika mengalaminya. Untuk itu, hindarilah makanan terlalu pedas atau terlalu asam. Segera obati diare jika Anda telah mengalaminya dan jangan biarkan terlalu lama agar tak semakin parah. Hal ini penting agar bisa menghindari luka atau robekan pada area anus yang tentu saja sangat tidak nyaman.

  • Kontraksi Saat Melahirkan
Related image

Selain faktor sembelit dan diare berkepanjangan, kontraksi otot saat melahirkan juga dapat menyebabkan fisura ani. Dilansir dari hellosehat.com, luka pada anus bisa disebabkan oleh kontraksi di area kanal anal saat  melahirkan. Jika kondisinya parah, dokter akan langsung menjahit sobekan di area anus tersebut. Setelah proses penyembuhan selesai, kondisi anus akan kembali normal.

  • Memasukkan Benda Asing ke Anus

Penyebab fisura ani berikutnya adalah adanya pemasukan benda asing ke anus, sehingga menyebabkan luka atau robek di area anus. Benda asing yang dimasukkan ini, misalnya memasukkan alat endoskopi, termometer, atau alat USG, untuk tindakan medis. Cedera bisa dialami akibat adanya tindakan pemasukan benda padat ini.

  • Berkurangnya Aliran Darah di Daerah Anorectal

Aliran darah di daerah anorectal yang berkurang juga akan berpengaruh pada kondisi anus. Faktor ini bisa menimbulkan luka atau robekan di area anus karena kelembaban dan elastisitasnya berkurang. Kasus ini umumnya terjadi pada orang dewasa yang sudah lanjut usia. Akan tetapi, bisa juga terjadi di usia muda jika memang peredaran darah di anorectal tidak lancar.

  • Infeksi Menular Seksual

Terjadinya infeksi akibat penyakit menular seksual juga termasuk penyebab fisura ani. Beberapa penyakit yang dimaksud adalah sifilis, herpes, dan HIV. Cara pencegahan agar tidak mengalaminya adalah tetap menjaga kesehatan dan kebersihan area genital dan anus. Dengan demikian, tidak akan timbul penyakit menular seksual tersebut. Jangan pula berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual. Semua itu demi kesehatan organ. Peningkatan sistem imun juga harus dilakukan demi mencegah penularan berbagai penyakit tersebut.

Mengetahui beragam faktor penyebab fisura ani di atas, Anda bisa meminimalisasi kondisi tersebut. Tetaplah mengenali kondisi tubuh dengan baik agar gangguan kesehatan yang dialami bisa segera diatasi dengan cepat dan tepat.

Sumber Artikel:

hellosehat.com

www.honestdocs.id

Sumber Gambar:

www.alodokter.com

doktersehat.com

mamapapa.id




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *